Sebelum akad

Berapa penghasilan yang dibutuhkan untuk KPR?

Oleh Syamsul MuttaqinDiperbarui 8 menit baca

Ukuran yang dipakai bank

Bank tidak menilai apakah kamu “mampu” dengan perasaan. Ia memakai rasio: berapa besar cicilan dibandingkan penghasilan bersih bulananmu. Cicilan lain yang sedang berjalan ikut dihitung di sisi yang sama.

Ambang yang lazim dipakai adalah 40%. Di atas itu, pengajuan biasanya ditolak atau plafonnya dipotong. Angka 30% sering disebut sebagai batas yang lebih lapang — bukan aturan bank, tapi ruang yang menyisakan kemampuan untuk hidup dan menabung sambil mencicil.

Menghitungnya sendiri

Rumusnya satu baris, dan dibalik ia langsung menjawab pertanyaan judul:

penghasilan minimum = (cicilan KPR + cicilan lain) ÷ ambang rasio

Yang membuat hasilnya sangat berbeda bukan rumusnya, melainkan cicilan mana yang kamu masukkan.

Penghasilan bersih yang dibutuhkan untuk rumah Rp 1.025.000.000, tenor 15 tahun, tanpa cicilan lain.
Dasar perhitunganCicilanDi ambang 40%Di 30%
Cicilan promo (yang dipakai bank menilai)Rp 6.441.873Rp 16.104.681Rp 21.472.909
Cicilan setelah masa fix habisRp 8.396.928Rp 20.992.320Rp 27.989.760
Cicilan dihitung mesin amortisasi KPRKu; ambang rasionya diambil dari mesin kelayakan yang sama dengan halaman Cek Peluang.

Jebakannya: lolos hari ini, berat lima tahun lagi

Bank menilai pengajuanmu memakai cicilan yang berlaku saat akad — yaitu cicilan promo. Itu wajar dari sudut pandang mereka, tapi artinya persetujuan bank bukan pernyataan bahwa kamu sanggup sampai lunas.

Pada contoh di atas, selisihnya bukan sedikit: penghasilan Rp 16.104.681 sudah cukup untuk disetujui, tapi saat tarif terakhir berlaku, cicilan yang sama menuntut Rp 20.992.320 di ambang yang sama. Kalau penghasilanmu tidak naik sebanyak itu dalam beberapa tahun, yang terjadi bukan penolakan — melainkan tekanan arus kas yang datang pelan-pelan.

Karena itu ukuran yang benar-benar berguna adalah penghasilan terhadap cicilan tertinggi, bukan cicilan pertama.

Yang bisa kamu ubah kalau angkanya belum masuk

Empat pengungkit, dan ketiganya bekerja di sisi yang berbeda:

  • Lunasi cicilan lain. Paling cepat berdampak, karena ia mengurangi pembilang tanpa menyentuh apa pun di KPR-nya.
  • Tambah DP. Menurunkan plafon, sehingga cicilan dan bunga sampai lunas ikut turun. Ini satu-satunya yang memperbaiki kelayakan sekaligus menghemat.
  • Panjangkan tenor. Menurunkan cicilan, menaikkan total bunga. Berguna untuk lolos, tapi ia memindahkan biaya, bukan menghilangkannya.
  • Gabungkan penghasilan pasangan. Menaikkan penyebut, tapi cicilan pasangan ikut masuk hitungan dan utangnya jadi tanggungan berdua.

Kalau kamu ingin melihat mana yang paling menentukan di kasusmu — bukan secara umum — faktor penghambatnya bisa dicek satu per satu di halaman cek peluang.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah penghasilan pasangan boleh digabung?

Umumnya boleh, dan itu disebut joint income. Konsekuensinya pasangan ikut jadi penanggung utang, dan cicilan lain miliknya ikut dihitung sebagai beban. Menggabungkan penghasilan menaikkan plafon, tapi juga menaikkan risiko kalau salah satu penghasilan berhenti.

Cicilan lain apa saja yang ikut dihitung?

Seluruh kewajiban yang terekam: cicilan kendaraan, KTA, paylater, dan tagihan kartu kredit. Bank melihatnya dari data SLIK, bukan dari yang kamu sebutkan — jadi melupakannya tidak membuatnya hilang dari perhitungan.

Bagaimana kalau penghasilanku tidak tetap?

Wiraswasta dan pekerja lepas dinilai dari rekening koran serta laporan keuangan, biasanya dengan syarat masa usaha yang lebih panjang daripada karyawan tetap. Penghasilan yang berfluktuasi umumnya diambil rata-ratanya, bukan puncaknya.

Kalau penghasilanku kurang, apa yang paling cepat memperbaikinya?

Tiga hal, urut dari yang paling cepat: melunasi cicilan lain yang kecil-kecil, menambah DP sehingga plafon turun, dan memanjangkan tenor. Yang ketiga menurunkan cicilan tapi menambah bunga sampai lunas, jadi ia solusi kelayakan, bukan solusi penghematan.

Hitung dengan angkamu sendiri

Angka di tulisan ini contoh. Yang menentukan keputusanmu adalah sisa pokok, sisa tenor, dan bunga di KPR-mu — masukkan, dan hasilnya keluar bulan per bulan.

Buka simulasi

Tulisan lain