Strategi

Tenor KPR berapa tahun yang sebaiknya diambil?

Oleh Syamsul MuttaqinDiperbarui 7 menit baca

Pertukaran yang sedang kamu lakukan

Memilih tenor bukan memilih “berapa lama mencicil”. Ia memilih berapa banyak bunga yang bersedia kamu bayar demi cicilan bulanan yang lebih ringan. Kedua sisinya nyata, dan keduanya perlu dilihat bersamaan — bukan satu per satu.

Masalahnya, brosur dan tenaga pemasar hampir selalu menunjukkan sisi pertama saja. Cicilan yang lebih ringan terasa seperti keringanan; bunga yang menumpuk tidak terasa apa-apa sampai kamu menjumlahkannya.

Angkanya untuk pinjaman yang sama

Empat tenor di bawah memakai pinjaman, tangga bunga, dan tanggal mulai yang sama persis. Yang berubah cuma jangka waktunya.

Pinjaman Rp 820.000.000 (rumah Rp 1.025.000.000), tangga bunga yang sama, dibandingkan pada empat pilihan tenor.
TenorCicilan awalCicilan setelah masa fixTotal bungaTambahan bunga
10 tahunRp 8.657.346Rp 10.260.063Rp 363.948.063
15 tahunRp 6.441.873Rp 8.396.928Rp 631.609.094+Rp 267.661.032
20 tahunRp 5.366.441Rp 7.586.719Rp 931.704.898+Rp 567.756.836
25 tahunRp 4.745.985Rp 7.183.818Rp 1.258.571.646+Rp 894.623.583
Dihitung dengan mesin amortisasi KPRKu; kolom terakhir dibandingkan terhadap tenor 10 tahun.

Bacaannya begini: dari 10 ke 25 tahun, cicilan awalnya turun Rp 3.911.362 per bulan — terasa besar dan memang besar. Tapi bunga yang dibayar sampai lunas bertambah Rp 894.623.583 — setara 87,28% dari harga rumahnya sendiri.

Kenapa selisihnya sebesar itu

Bunga dihitung dari sisa pokok tiap bulan. Pada tenor panjang, porsi cicilan yang menggerus pokok sangat kecil di tahun-tahun awal — sehingga pokoknya bertahan besar, dan bunga terus dikenakan pada angka yang besar itu, bertahun-tahun lebih lama.

Efeknya berlipat, bukan menjumlah. Menggandakan tenor tidak menggandakan bunga; ia melipatgandakannya lebih dari itu.

Cara memilih yang masuk akal

Urutan yang berhasil untuk kebanyakan orang, dan alasannya:

  • Mulai dari tenor terpendek yang cicilannya masih lolos ambang rasio — termasuk diuji dengan cicilan setelah masa fix habis, bukan cicilan promo.
  • Kalau tidak lolos, panjangkan seperlunya saja, bukan langsung ke tenor maksimal. Tiap lima tahun tambahan punya harganya sendiri, dan tabel di atas menunjukkan harganya.
  • Ambil tenor panjang secara sadar sebagai jaring pengaman, lalu perpendek lewat setoran di luar cicilan. Ini strategi yang bagus — asalkan setorannya benar-benar dilakukan.

Yang terakhir punya satu tikungan yang layak diketahui sejak awal: waktu penyetoran sangat menentukan hasilnya, karena selama masa promo banyak bank menyerap setoran ekstra menjadi cicilan yang lebih ringan alih-alih tenor yang lebih pendek.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah tenor bisa diubah setelah akad?

Memperpendek tenor umumnya bisa lewat setoran di luar cicilan dengan tujuan memangkas tenor — dan itu jalur yang paling murah. Memperpanjang tenor setelah akad jauh lebih jarang disetujui, dan biasanya baru dipertimbangkan saat nasabah sudah kesulitan membayar.

Kenapa tenor panjang membuat bunga membengkak sebanyak itu?

Karena bunga dihitung dari sisa pokok setiap bulan. Tenor yang panjang membuat pokok turun jauh lebih pelan, sehingga jumlah yang dikenai bunga tetap besar selama bertahun-tahun lebih lama.

Apakah usia membatasi pilihan tenor?

Ya. Bank membatasi usia saat cicilan terakhir, umumnya di kisaran masa pensiun. Semakin tua saat mengajukan, semakin pendek tenor maksimal yang tersedia — dan itu sering jadi penghambat yang lebih menentukan daripada penghasilan.

Lebih baik tenor pendek atau tenor panjang lalu dipercepat?

Tenor panjang yang dipercepat memberi keleluasaan: cicilan wajibnya kecil, dan kamu menambah setoran saat ada dana lebih. Syaratnya kamu benar-benar menyetor. Kalau tidak, kamu hanya membayar bunga jauh lebih banyak demi fleksibilitas yang tidak dipakai.

Hitung dengan angkamu sendiri

Angka di tulisan ini contoh. Yang menentukan keputusanmu adalah sisa pokok, sisa tenor, dan bunga di KPR-mu — masukkan, dan hasilnya keluar bulan per bulan.

Buka simulasi

Tulisan lain